Ilustrasi/net
RIAU1.COM - Penelitian terbaru mengungkap mekanisme baru yang menjelaskan bagaimana kopi dapat membantu tubuh melawan penurunan fungsi akibat penuaan. Studi ini menemukan bahwa kopi melindungi tubuh dari penuaan dengan mengikat reseptor NR4A1, protein yang berperan dalam pengaturan stres, peradangan, serta perbaikan sel.
Selama ini, konsumsi kopi telah lama dikaitkan dengan umur yang lebih panjang serta risiko lebih rendah terhadap berbagai penyakit kronis. Namun, mekanisme biologis di balik manfaat tersebut belum sepenuhnya dipahami.
Tim peneliti dari Texas A&M College of Veterinary Medicine & Biomedical Sciences (VMBS), Amerika Serikat, menemukan bahwa senyawa kopi berinteraksi langsung dengan reseptor NR4A1. Protein ini diketahui berkaitan dengan proses penuaan, respons terhadap stres, dan perkembangan penyakit.
"Kopi memiliki khasiat untuk meningkatkan kesehatan, dan temuan ini menunjukkan bahwa sebagian manfaat tersebut mungkin berasal dari interaksi senyawa kopi dengan NR4A1, reseptor yang terlibat dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat stres," kata peneliti studi, Stephen Safe, dilansir Republika.co id dari laman Euro News, Sabtu (2/5/2026).
NR4A1 merupakan reseptor nuklir yang mengatur aktivitas gen sebagai respons terhadap kerusakan dan tekanan dalam tubuh. Para peneliti juga menyebutnya sebagai sensor nutrisi karena kemampuannya merespons senyawa dari makanan dan membantu menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.
Protein ini berperan dalam mengendalikan peradangan, menjaga tingkat energi, serta memperbaiki jaringan tubuh. Ini menjadi faktor-faktor penting dalam mencegah penyakit seperti kanker dan penurunan fungsi kognitif.
Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa senyawa kopi, khususnya polifenol dan komponen polihidroksilasi, mampu berikatan dengan NR4A1 dan memengaruhi aktivitasnya. Dampaknya termasuk penurunan kerusakan sel dan perlambatan pertumbuhan sel kanker.
Lebih lanjut, ketika reseptor NR4A1 dihilangkan dari sel, efek perlindungan tersebut tidak lagi terlihat. Hal ini memperkuat peran penting reseptor tersebut dalam memediasi manfaat kopi bagi tubuh.
"Jika hampir semua jaringan mengalami kerusakan, NR4A1 akan merespons untuk mengurangi dampaknya. Tanpa reseptor ini, kerusakan menjadi lebih parah," ujar Safe.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa manfaat kesehatan kopi kemungkinan tidak hanya berasal dari satu mekanisme saja. Mereka menyebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami seberapa besar kontribusi jalur ini terhadap efek keseluruhan.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkafein dalam jumlah sedang dapat mengurangi kecemasan serta meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Selain itu, kafein dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kopi tanpa kafein juga terbukti meningkatkan kemampuan belajar dan memori. Temuan ini mengindikasikan bahwa komponen lain dalam kopi, seperti polifenol, turut berperan dalam memberikan manfaat kognitif.*