Respons Menkeu soal Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun

9 Oktober 2026
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara

RIAU1.COM - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat mengalami defisit sebesar Rp319 triliun atau setara 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir September 2026.

Angka ini melonjak Rp78,9 triliun dalam sebulan, dibanding defisit Agustus 2026 sebesar Rp240,1 triliun atau masih setara 0,93 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, realisasi pendapatan negara hingga September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target APBN tahun ini.

Di sisi lain, belanja negara telah terealisasi Rp2.660,5 triliun atau 69 persen dari pagu anggaran. Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut membuat APBN mencatat defisit Rp319 triliun, meski keseimbangan primer masih surplus Rp125,5 triliun.

Suahasil menegaskan, posisi defisit tersebut masih sesuai dengan desain anggaran pemerintah. Dalam APBN 2026, pemerintah memang merancang keseimbangan primer negatif Rp89,7 triliun.

“Yang perlu diketahui APBN sendiri didesain dengan keseimbangan primer negatif Rp89,7 triliun, sementara defisit saat ini Rp319 triliun 1,24 persen dari PDB, dan akan menuju ke 2,68 dan akan menuju 2,85 persen dari PDB seperti yang kita laporkan dalam laporan semester bulan Juli lalu ke Badan Anggaran DPR RI,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026, Jumat, 9 Oktober 2026 yang dimuat Rmol.id.

Ia menepis anggapan bahwa defisit tersebut menunjukkan kondisi keuangan negara sedang tekor. Menurutnya, realisasi defisit masih berada dalam jalur yang direncanakan pemerintah.

“Jadi ini on-track ya, bukan APBN saat ini seakan-akan tekor. Saya tau banyak media paling suka pake kata tekor. Ini bukan sekedar tekor, ini on track karena memang APBN kita desain defisit,” tegasnya.

Suahasil menambahkan, kebijakan defisit ditempuh agar belanja negara dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.

“Kenapa? karena kita ingin belanja saat ini supaya manfaat bagi masyarakat itu makin maksimal hari ke hari,” tandasnya.*