Agung Nugroho Ajak Kolaborasi Bangun Pekanbaru dan Dorong Kewirausahaan Warga
Ketua DPD Partai Demokrat Riau Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Riau Agung Nugroho mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan Kota Pekanbaru melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Wali kota Pekanbaru ini mengakui keterbatasan anggaran pemko menjadi tantangan tersendiri.
"Oleh karena itu, kami menggandeng berbagai badan usaha guna mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Anggaran pemerintah memang terbatas. Sehingga, kolaborasi dengan badan usaha menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan optimal,” kata Agung dalam silaturahmi dengan kader Partai Demokrat Pekanbaru, beberapa waktu lalu.
Salah satu program yang tengah disiapkan adalah pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS). LPS ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru.
"Dukungan semua pihak sangat penting untuk menyukseskan program tersebut," ujar Agung.
Ia juga meminta masyarakat agar menyampaikan kritik secara konstruktif dan berbasis data. Sehingga, kritikan itu dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Pekanbaru.
Selain itu, Pemko Pekanbaru tengah menyiapkan konsep “rekosistem”, yakni sistem pengelolaan sampah yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Melalui sistem ini, sampah dapat diolah menjadi sumber penghasilan dengan memanfaatkan aplikasi digital yang akan segera diluncurkan.
“Ke depan, masyarakat bisa memperoleh penghasilan dari hasil karyanya sendiri, termasuk dari pengelolaan sampah,” jelasnya.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, Agung mendorong generasi muda, khususnya kader Partai Demokrat dan warga Pekanbaru, untuk terjun ke dunia wirausaha. Pemko akan berupaya memfasilitasi akses permodalan dan peluang usaha bagi masyarakat.
“Saya tidak ingin ada pihak yang membawa-bawa nama saya untuk kepentingan tertentu. Jika satu orang saja melakukan pelanggaran, dampaknya bisa merusak kepercayaan secara keseluruhan,” ucap Agung.
Fokus utama saat ini adalah menyukseskan pembangunan selama lima tahun masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota Pekanbaru, tanpa terjebak pada ambisi politik jangka panjang. Hal terpenting adalah bagaimana menyelesaikan amanah ini dengan baik.
"Jangan sampai masa jabatan justru berujung pada persoalan hukum,” tutur Agung.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menerapkan sikap rendah hati dan bijaksana dalam menjalankan tugas. Sebagaimana filosofi “ilmu padi”, yakni semakin berisi semakin merunduk.