BRI Perkuat Transformasi di Bawah Danantara, Raup Laba Rp15,5 Triliun pada Triwulan Pertama Tahun Ini

8 Juli 2026
Kantor BRI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: Istimewa.

Kantor BRI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di bawah supervisi Danantara. Melalui transformasi bisnis yang berkelanjutan, penguatan kinerja, dan dukungan terhadap program strategis pemerintah, BRI mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Kinerja solid tersebut menjadi dasar Perseroan membagikan dividen tunai terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026, BRI menetapkan pembagian dividen Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham.

Pembagian dividen tersebut didukung oleh laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun. Laba yang diperoleh didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun. 

Capaian ini kembali menempatkan BRI sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar bagi negara. Tren positif itu berlanjut pada Triwulan Pertam tahun ini. BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Penyaluran kredit meningkat menjadi Rp1.562 triliun atau naik 13,7 persen secara tahunan. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4 persen.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2026), mengatakan, kehadiran Danantara menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk mempercepat transformasi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional. BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. 

"Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah," ujarnya.

Pertumbuhan Perseroan tidak hanya diukur dari kinerja keuangan. Tetapi, pertumbuhan Perseroan juga dari kontribusi nyata dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan ekonomi kerakyatan, serta penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Dalam memperkuat daya saing, kami menjalankan program transformasi BRIVolution Reignite yang berfokus pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis inti dan sumber pertumbuhan baru," ujar Hery.

Transformasi tersebut juga ditandai dengan peluncuran identitas korporasi baru pada peringatan hari jadi BRI ke-130. Melalui rebranding tersebut, BRI menegaskan posisinya sebagai "Satu Bank untuk Semua" dengan identitas yang lebih modern, inklusif, dan tetap berpijak pada komitmen pemberdayaan UMKM.

"Dari sisi pendanaan, kami berhasil meningkatkan rasio dana murah (CASA) menjadi 68,07 persen pada Triwulan I 2026. Kondisi ini turut menurunkan biaya dana (cost of fund) menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen pada periode yang sama tahun lalu," ungkap Hery.

Di sektor pembiayaan, hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87 persen dari total alokasi sebesar Rp180 triliun tahun ini. Sebagian besar pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar.

"Komitmen mendukung kebutuhan masyarakat juga diwujudkan melalui penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) yang telah mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur. Melihat tingginya permintaan, kami meningkatkan target penyaluran KPP menjadi Rp12 triliun pada tahun ini," ucap Hery.

Selain itu, Perseroan terus memperkuat pemberdayaan ekonomi desa dan UMKM. Hingga kini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku. Kontribusi perusahaan anak juga terus meningkat. Hingga akhir Triwulan Pertama, entitas anak BRI menyumbang laba sebesar Rp3,89 triliun atau sekitar 25,1 persen dari laba bersih konsolidasian Perseroan.

Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menilai, kinerja positif bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional.