Hujan Rintik Usai Salat Istisqa, Warga Marpoyan Damai Pekanbaru Berharap Segera Turun Hujan
Camat Marpoyan Damai Tengku Ardi Dwisasti. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Antusiasme warga Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, mengikuti Salat Istisqa begitu tinggi bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama jajarannya. Hampir 1.000 warga memadati Masjid Al Kautsar, Jalan Neraca, untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun di tengah kondisi cuaca kering dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Antusiasme warga sangat luar biasa. Kami bersama-sama memohon kepada Allah agar diturunkan hujan,” kata Camat Marpoyan Damai Tengku Ardi Dwisasti usai salat Istisqa, Rabu (26/8/2026).
Tingginya kehadiran warga menjadi bukti besarnya harapan agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi Kota Pekanbaru. Informasi pelaksanaan Salat Istisqa baru disampaikan kepada warga pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Meski waktu persiapan cukup singkat, warga dari enam kelurahan di Kecamatan Marpoyan Damai tetap berbondong-bondong hadir. Informasi mengenai Salat Istisqa sekaligus disampaikan kepada warga yang hadir dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Kautsar.
“Tadi malam, kami juga melaksanakan Maulid Nabi di masjid ini. Sekaligus kami sampaikan kepada warga terkait pelaksanaan Salat Istisqa. Warga ternyata bersedia hadir,” ujar Ardi.
Tingginya jumlah jemaah membuat kapasitas Masjid Al Kautsar yang mencapai sekitar 500 orang tidak mampu menampung seluruh peserta. Sebagian jemaah melaksanakan salat di luar masjid.
“Tadi hampir 1.000 yang hadir. Kapasitas masjid sekitar 500 orang. Karena itu, ketua Masjid Al Kautsar mengarahkan sebagian jemaah untuk melaksanakan salat di luar,” jelas Ardi.
Ia bersyukur pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung dengan lancar. Bahkan, seusai salat dan doa, hujan sempat turun dalam bentuk rintik-rintik.
Ardi berharap hujan tersebut menjadi pertanda baik dan segera turun lebih deras untuk membasahi wilayah Pekanbaru. Namun, ia berharap hujan yang turun membawa keberkahan dan tidak menimbulkan bencana.
“Harapannya, hujan akan membasahi Kota Pekanbaru. Tentunya hujan yang membawa berkah, bukan hujan yang membawa bala atau bahaya. Ini menjadi harapan warga Pekanbaru, khususnya Kecamatan Marpoyan Damai,” ungkapnya.
Selain persoalan kekeringan, Kecamatan Marpoyan Damai juga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Sebelumnya, terdapat satu titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Kelurahan Sidomulyo Timur. Hotspot tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru.
“Senin kemarin, ada satu titik api di Kelurahan Sidomulyo Timur. Tim dari BPBD langsung bergerak untuk menangani hotspot tersebut,” ungkap Ardi.
Lahan yang terdampak memiliki luas sekitar satu hektare. Namun, area yang benar-benar terbakar tidak sampai seluas lahan tersebut. Karena, petugas bergerak cepat melakukan penanganan.
