Kebakaran Lahan Terparah Terjadi di Payung Sekaki, Hampir Delapan Hektare Hangus Sejak Januari

9 Februari 2026
Kalaksa BPBD Pekanbaru Iwa Gemino. Foto: Istimewa.

Kalaksa BPBD Pekanbaru Iwa Gemino. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Kebakaran lahan yang terjadi di Kota Pekanbaru selama lebih dari satu bulan terakhir paling banyak melanda Kecamatan Payung Sekaki. Sejak awal Januari hingga awal Februari inj, luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut hampir mencapai delapan hektare.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, total luas lahan yang terbakar di Kecamatan Payung Sekaki tercatat mencapai 7,18 hektare. Titik kebakaran tersebar di tiga lokasi berbeda, yakni Jalan As Shofa, Jalan Arjuna, dan Jalan Sidorukun.

Kepala Pelaksana BPBD Pekanbaru Iwa Gemino, Senin (9/2/2026), mengatakan, proses pemadaman kebakaran lahan, khususnya di Jalan Arjuna, membutuhkan waktu cukup lama. Karena, luas area yang terdampak.

“Kami melakukan pemadaman di lahan tersebut selama empat hari, termasuk proses pendinginan, terutama di lokasi Jalan Arjuna,” ujarnya.

Luas lahan yang terbakar di Jalan Arjuna mencapai sekitar tujuh hektare. Sehingga, upaya pemadaman harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan untuk mencegah api kembali menyala.

Selain Kecamatan Payung Sekaki, kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah kecamatan lain. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Kulim, Rumbai, Rumbai Timur, Bukit Raya, Tuah Madani, dan Binawidya.

"Secara keseluruhan, BPBD mencatat total luas lahan yang terbakar di Kota Pekanbaru sejak 1 Januari hingga 6 Februari hampir mencapai 12 hektare. Hingga saat ini, luas lahan terbakar tercatat sebesar 11,53 hektare," ungkap Iwa.

BPBD terus melakukan pengawasan dan penanganan kebakaran lahan secara terpadu bersama aparat gabungan. Hal ini guna mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan serta masyarakat.

“Kami terus melakukan pengawasan dan penanganan kebakaran lahan bersama aparat gabungan,” pungkasnya.