Pemko Pekanbaru Perkuat Tata Kelola Farmasi, Tekan Risiko Obat Kedaluwarsa

2 Juli 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru berkomitmen untuk memperkuat tata kelola farmasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian kepada masyarakat. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah pengelolaan obat agar lebih efektif.

"Pengelolaan obat dapat menekan risiko obat kedaluwarsa maupun kekurangan stok saat dibutuhkan," kata Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Kamis (1/7/2026).

Pengelolaan obat yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi sektor kesehatan. Pengelolaan obat ini sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

"Manajemen obat harus semakin baik agar tidak banyak obat yang kedaluwarsa dan terbuang. Transformasi di bidang kesehatan juga harus terus dilakukan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Ini merupakan isu penting yang terus kami dorong," ujar Markarius.

Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat tata kelola obat dengan menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) serta berbagai lembaga terkait. Melalui Dinkes, pemko terus mengoptimalkan manajemen obat-obatan agar penyimpanannya lebih aman dan pengadaannya sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. 

"Dengan begitu, tidak terjadi penumpukan yang berujung pada obat kedaluwarsa maupun kekurangan stok ketika dibutuhkan," jelas Markarius.