PJJ Pekanbaru Diperpanjang, Sekolah Diminta Fleksibel Hadapi Kendala Listrik

8 September 2026
Anak-anak masih diliburkan masuk sekolah sehari lagi. Mereka diarahkan mengikuti PPJ. Foto: Istimewa.

Anak-anak masih diliburkan masuk sekolah sehari lagi. Mereka diarahkan mengikuti PPJ. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah kondisi kualitas udara yang masih menjadi perhatian. Dalam penerapannya, sekolah dan tenaga pendidik diminta menyesuaikan proses pembelajaran secara fleksibel, termasuk mengantisipasi kendala jaringan listrik di sejumlah wilayah.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pemko memahami bahwa pelaksanaan PJJ tidak terlepas dari sejumlah kendala teknis. Salah satu kendala itu adalah gangguan jaringan listrik akibat kegiatan pemeliharaan yang dilakukan PT PLN (Persero) di beberapa wilayah.

"Kami minta sekolah dan tenaga pendidik tidak memaksakan proses pembelajaran apabila terdapat kendala teknis. PJJ tetap harus memberikan manfaat bagi peserta didik tanpa menambah beban bagi peserta didik maupun orang tua," tegasnya.

Guna memastikan kebijakan tersebut berjalan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Abdul Jamal diminta segera menerbitkan surat resmi terkait perpanjangan PJJ. Di sisi lain, Pemko Pekanbaru bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara, kondisi cuaca, titik panas, hingga kondisi kesehatan masyarakat.

"Pemantauan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kapan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Pemko menargetkan pembelajaran tatap muka kembali dimulai pada 10 Juni," ujar Agung.

Namun, rencana tersebut tetap bergantung pada hasil pemantauan kualitas udara terbaru. Jika kondisi udara belum memungkinkan, kebijakan pembelajaran akan kembali disesuaikan demi melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Agung juga meminta dukungan dan pengertian para orang tua selama kebijakan PJJ diberlakukan. Pelaksanaan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Melainkan, kebijakan ini merupakan langkah sementara untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan dalam kondisi yang lebih aman.

“Kami memohon pengertian dan dukungan para orang tua. PJJ bukan berarti libur, tetapi penyesuaian sementara agar anak-anak tetap belajar dengan aman. Mari kita sama-sama berdoa semoga hujan segera turun dan kualitas udara Pekanbaru kembali membaik,” tutup Agung.