SMA Witama School Pekanbaru Kembangkan Jiwa Wirausaha Pelajar Lewat Program RTE
Pelajar SMA Witama School dilatih berwirausaha dalam program RTE, Sabtu (25/4/2026). Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Program Road to Entrepreneurship (RTE) di tingkat SMA Witama School rutin dilaksanakan setiap tahun dengan berbagai inovasi. Pada tahun ini, konsep kegiatan dibuat berbeda agar peserta didik mampu mengikuti perkembangan zaman dan memahami perubahan perilaku konsumen.
Manajer Witama School Jansen Yudianto saat kegiatan RTE, Sabtu (25/4/2026), mengatakan, peserta didik tidak hanya diajarkan memproduksi makanan atau produk secara mandiri seperti tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, peserta didik juga didorong untuk menjalin kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diambil agar peserta didik dapat memahami dunia kewirausahaan secara lebih nyata, terutama dalam hal pemasaran dan interaksi dengan konsumen.
“Pada tahun ini, mereka tidak lagi hanya berjualan di lingkungan internal sekolah. Tetapi, mereka mulai memasarkan produk ke masyarakat luas," ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan orang tua serta pelajar dari sekolah lain yang hadir. Sehingga, ada transaksi secara langsung.
"Antusiasme peserta didik kami dalam mengikuti kegiatan ini dinilai sangat tinggi. Selain mengasah kemampuan berwirausaha, program ini juga diintegrasikan dengan upaya mendukung kebijakan Pemko Pekanbaru, khususnya dalam penanggulangan sampah," sebut Jansen.
Melalui program bertajuk We Care, peserta diajak untuk bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung. Setelah acara selesai, seluruh sampah dikumpulkan, dipilah, dan diolah menjadi produk bernilai ekonomi kreatif.
Witama School juga bekerja sama dengan bank sampah untuk mendukung pengelolaan tersebut. Dalam hal ini, peserta didik juga dilibatkan sebagai duta lingkungan yang bertugas mengedukasi teman-temannya agar membuang sampah pada tempatnya, memilah jenis sampah, serta memanfaatkan kembali limbah menjadi barang yang berguna.
“Peran peserta didik tidak hanya sebagai pelaku usaha. Tetapi, merwka juga sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. Sampah yang dikelola dengan baik, bahkan dapat memiliki nilai jual,” jelas Jansen.