APERNAS Riau Santuni Anak Yatim dan Duafa di Pekanbaru, Perkuat Solidaritas di Usia ke-17
Momentum bulan suci Ramadan sekaligus peringatan HUT ke-17 DPW APERNAS Riau dimaknai dengan kegiatan santunan bagi anak yatim dan duafa di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (23/2/2026). Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Momentum bulan suci Ramadan sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERNAS) Riau dimaknai dengan aksi nyata. Organisasi tersebut menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan duafa di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (23/2/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan. Semangat berbagi yang ditunjukkan para pengurus dan anggota menjadi cerminan kepedulian sosial di tengah peringatan hari jadi organisasi.
Ketua DPW APERNAS Riau Rangga Amri mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin tahunan. Santunan bukan sekadar seremoni. Melainkan, santunan ini wahana mempererat silaturahmi antara pengurus, anggota, dan mitra strategis.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Donasi yang disalurkan berasal dari seluruh pengurus dan anggota. Semoga setiap kontribusi menjadi amal jariah, dilipatgandakan balasannya, serta membawa keberkahan bagi para penerima,” harapnya.
Memasuki usia ke-17 tahun, APERNAS Riau dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang di sektor perumahan. Diharapkan, momentum ini menjadi titik penguatan solidaritas internal organisasi.
"Asosiasi yang kuat hanya dapat terwujud apabila seluruh anggota menjunjung prinsip saling mengasah, mengasihi, dan mengasuh. Selain itu, peningkatan kapasitas, kebersamaan, serta pembangunan ekosistem kerja yang sehat dan profesional menjadi hal mendasar," ujar Rangga.
Fokus terhadap kualitas proyek dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan kunci menjaga kepercayaan publik. Keakraban dan kekompakan adalah fondasi.
"Jika solid, APERNAS Riau akan tumbuh menjadi asosiasi yang semakin diperhitungkan di daerah,” ucap Rangga.
Tahun 2026 membawa angin segar bagi sektor perumahan nasional. Pemerintah pusat memberikan kepastian kuota program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan alokasi mencapai tiga juta unit per tahun, bukan lagi per lima tahun seperti sebelumnya.
Selain itu, terdapat dukungan subsidi berupa keringanan persyaratan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema suku bunga yang lebih kompetitif. Insentif lain, seperti pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi konsumen dinilai mampu mendorong daya beli masyarakat terhadap hunian layak.
Di tengah berbagai kebijakan dan program pemerintah, APERNAS Riau menegaskan komitmennya untuk tetap berlandaskan nilai sosial. Pembangunan hunian tidak semata menyangkut fisik bangunan. Tetapi, pembangunan hunian juga membangun kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Perayaan HUT ke-17 ini pun menjadi simbol bahwa pertumbuhan organisasi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap masyarakat. Sebab, rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang tumbuh bagi harapan.