Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Besarnya perputaran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau dinilai memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan besarnya perputaran dana MBG.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya di Pekanbaru, beberapa waktu lalu, mengatakan, pemerintah menyalurkan anggaran dalam jumlah besar langsung ke daerah setiap hari. Dana itu disalurkan kepada 633 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Dana tersebut mencakup honor relawan, biaya operasional, hingga pengadaan bahan pangan.
“Jika dihitung rata-rata, honor relawan minimal Rp100 ribu per orang per hari. Dengan jumlah relawan yang ada, dana yang disalurkan untuk honor saja mencapai sekitar Rp2,9 miliar setiap hari,” ujarnya.
Selain itu, anggaran untuk biaya operasional seperti listrik, gas, bahan bakar minyak, pulsa, dan alat tulis kantor diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar per hari. Sementara itu, kebutuhan bahan pokok menjadi komponen terbesar dengan nilai sekitar Rp13,3 miliar per hari.
"Tidak hanya itu, insentif tambahan juga kami salurkan dengan total sekitar Rp3,7 miliar per hari. Dengan demikian, total dana yang digelontorkan pemerintah untuk program MBG di Riau mencapai sekitar Rp22,8 miliar setiap hari," urainya.
Dalam skala bulanan, jumlah tersebut diperkirakan mencapai Rp547 miliar. Angka ini dinilai akan terus meningkat seiring dengan optimalisasi pelaksanaan program di seluruh Riau.
Seluruh dana tersebut disalurkan langsung kepada masyarakat melalui berbagai komponen program. Sehingga, program MBG ini memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.
“Anggaran ini seluruhnya kembali ke masyarakat Riau, baik melalui tenaga kerja, operasional, maupun kebutuhan bahan pangan,” jelas Sony.