Seminar “Bina Karakter Generasi Islami” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 yang digelar di Aula Menara BRK Syariah, Kamis (30/7/2026).
RIAU1.COM - Membangun generasi emas tidak cukup hanya dengan membekali anak-anak dengan kecerdasan intelektual. Karakter, akhlak, nilai agama, serta kecintaan terhadap budaya juga menjadi fondasi penting yang harus ditanamkan sejak dini.
Semangat tersebut menjadi perhatian Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru melalui seminar “Bina Karakter Generasi Islami” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42. Mengangkat tema “Penguatan Karakter Anak Berbasis
Nilai Melayu Islam melalui Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Ruang Aman Menuju Generasi Emas Indonesia”. Kegiatan ini digelar di Aula Menara BRK Syariah, Kamis (30/7/2026). Kegiatan DMDI ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Agung Nugroho. Upaya membangun karakter anak membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Terdapat tiga pilar utama yang harus berjalan secara beriringan, yakni keluarga, sekolah, serta lingkungan yang aman dan positif.
“Rumah adalah sekolah pertama, dan orang tua adalah guru pertama bagi setiap anak. Karena itu, saya mengajak seluruh orang tua untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama anak, menjadi teladan dalam tutur kata dan perilaku, serta membangun komunikasi yang hangat di tengah keluarga,” kata Agung.
Keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk kepribadian anak. Keteladanan orang tua dan suasana komunikasi yang hangat akan membantu anak tumbuh dengan karakter yang kuat.

Pilar kedua adalah sekolah. Sekolah dinilai tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
Tetapi, sekolah juga ruang untuk membentuk kepribadian, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan anak.
Karena itu, Agung mengajak para guru untuk terus menjadi pendidik yang menginspirasi.
Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pelajaran, tetapi juga membimbing anak melalui keteladanan. Kepada para anak agar mereka belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, rajin beribadah, serta menjauhi berbagai perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri.
“Jadilah generasi yang membanggakan agama, daerah, dan bangsa,” pesan Agung.
Sementara itu, pilar ketiga yang tidak kalah penting adalah terciptanya lingkungan yang aman dan positif. Anak-anak membutuhkan ruang tumbuh yang terbebas dari kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, pengaruh negatif media sosial, hingga berbagai bentuk eksploitasi.
“Apabila ketiga unsur ini bersinergi, maka akan lahir generasi yang unggul, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai agama dan budaya,” ucap Agung.
Kesempatan yang sama, Ketua DMDI Kota Pekanbaru Markarius Anwar yang juga Wakil Wali Kota Pekanbaru menegaskan komitmen DMDI untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan Melayu yang berpadu dengan nilai-nilai Islam. Tema seminar yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi menuntut adanya penguatan karakter sejak anak-anak berada dalam lingkungan keluarga.

“Pendidikan karakter tidak cukup hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dari rumah. Keluarga harus menjadi madrasah pertama bagi anak," katanya.
Kemudian, sekolah menjadi tempat menumbuhkan ilmu dan akhlak. Sementara, lingkungan masyarakat wajib menghadirkan ruang yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Perpaduan nilai Melayu dan Islam memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter generasi masa depan. Budaya Melayu tidak hanya mengajarkan adab, tetapi juga sopan santun, menghormati orang tua, kasih sayang, musyawarah, dan budi pekerti. Nilai-nilai tersebut diperkuat oleh ajaran Islam yang menanamkan keimanan, kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
“Inilah kekuatan yang harus diwariskan kepada anak-anak kita. Sebab, generasi emas bukan hanya generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat iman, luhur akhlaknya, cinta budaya, serta mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkap Markarius.
Melalui seminar tersebut, DMDI Kota Pekanbaru berharap semakin tumbuh kesadaran bersama bahwa pembentukan karakter anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa.
Generasi yang diharapkan bukan hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memiliki identitas dan prinsip yang kuat. Anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang bangga terhadap budaya Melayu, teguh memegang ajaran Islam, sekaligus siap menghadapi persaingan global.
“Melalui kegiatan ini, mari sama-sama kita jaga marwah Melayu, kuatkan nilai-nilai Islam, dan membimbing anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas pikirannya, lembut hatinya, kokoh imannya, serta mulia akhlaknya,” tutup Markarius. (Advertorial)
