Pemko Pekanbaru Tanggung Penuh Biaya Domestik Haji, Kemenhaj Apresiasi Komitmen Wali Kota Agung

24 Agustus 2026
Piagam penghargaan diserahkan langsung Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pekanbaru Haryati kepada Wali Kota Agung dalam kegiatan Tabligh Akbar dan Syukuran Jemaah Haji Kota Pekanbaru di Masjid Agung Ar Rahman, Sabtu (22/8/2026).

Piagam penghargaan diserahkan langsung Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pekanbaru Haryati kepada Wali Kota Agung dalam kegiatan Tabligh Akbar dan Syukuran Jemaah Haji Kota Pekanbaru di Masjid Agung Ar Rahman, Sabtu (22/8/2026).

RIAU1.COM - Kabar baik bagi masyarakat Kota Pekanbaru yang menunaikan ibadah haji. Pada musim haji 2026, Pemko Pekanbaru mengambil langkah penting dengan menanggung penuh biaya domestik jemaah haji pulang-pergi Pekanbaru-Batam.

Kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata perhatian Pemko Pekanbaru terhadap masyarakat yang akan menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Tidak sekadar memberikan dukungan moral, Pemko Pekanbaru juga hadir melalui dukungan anggaran yang secara langsung meringankan beban jemaah.

Atas kebijakan tersebut, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru memberikan piagam penghargaan kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Piagam penghargaan diserahkan langsung Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pekanbaru Haryati kepada Wali Kota Agung dalam kegiatan Tabligh Akbar dan Syukuran Jemaah Haji Kota Pekanbaru di Masjid Agung Ar Rahman, Sabtu (22/8/2026).

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pekanbaru Haryati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Pemko Pekanbaru terhadap jemaah haji. Kebijakan menanggung penuh biaya domestik tersebut merupakan langkah yang sangat berarti bagi jemaah, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan kemampuan finansial.

“Ini merupakan bantuan domestik haji yang pertama kali secara penuh dibantu oleh Pemko Pekanbaru,” ujarnya.

Untuk dapat menunaikan ibadah haji, jemaah tidak hanya harus menunggu dalam waktu yang panjang hingga tiba giliran keberangkatan. Para jemaah juga harus mempersiapkan dan melunasi berbagai biaya yang diperlukan. Ketika biaya domestik ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, beban yang harus dipersiapkan jemaah menjadi lebih ringan.

“Ini sangat berarti sekali. Karena tidak semua jemaah haji ini memiliki kategori yang mampu secara finansial,” ujar Haryati.

Kemenhaj Kota Pekanbaru berharap dukungan tersebut dapat terus dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. Sebenarnya, masih terdapat kebutuhan lain yang harus dipersiapkan jemaah dalam proses keberangkatan haji, salah satunya biaya Medical Check-Up (MCU).

“Mudah-mudahan jemaah haji kita tahun depan tidak hanya dibantu dengan bantuan domestik saja, tetapi juga ada bantuan-bantuan lain seperti bantuan MCU,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran lebih dari Rp7 miliar untuk menanggung biaya domestik pulang-pergi jemaah haji dari Pekanbaru menuju Batam. Setiap jemaah mendapatkan bantuan sekitar Rp4,5 juta. Kebijakan ini sekaligus menjadi sejarah baru bagi Pemko Pekanbaru. Karena, untuk pertama kalinya biaya domestik haji ditanggung secara penuh.

“Tahun  ini pertama dalam sejarah yang pernah dibayarkan penuh biaya domestik. Satu jemaah dibantu sekitar Rp4,5 juta. Bantuan yang kami berikan ini juga sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan jemaah haji tidak mengurangi komitmen Pemko Pekanbaru dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat. Ia justru melihat kebijakan tersebut sebagai bagian dari keberkahan dalam menjalankan amanah pemerintahan.

“Artinya apa? Ada keberkahan di sini. Jemaah haji senang, pembangunan jalan. Di mana-mana jalan sudah bagus, drainasenya dibenahi, dibangun, lalu anak-anak sekolah bajunya kami gratiskan,” ungkap Agung.

Ia juga mengajak seluruh jemaah haji yang telah selesai menunaikan ibadah haji tahun ini dapat membawa pulang semangat kebersamaan dan persaudaraan yang dirasakan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Pelaksanaan ibadah haji mengajarkan nilai kebersamaan yang sangat kuat. 

Jemaah dari berbagai latar belakang dapat saling membantu, menghormati, dan menjaga satu sama lain. Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah jemaah kembali ke Pekanbaru, tetapi diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Waktu pelaksanaan ibadah haji, semangat kebersamaan dan persaudaraan itu sangat tinggi. Kami ingin semangat persaudaraan dan saling membantu di Tanah Suci ini dibawa dan diterapkan di Pekanbaru,” tutur Agung.

Apabila nilai-nilai tersebut diterapkan di lingkungan keluarga, tempat tinggal, hingga masyarakat luas, kehidupan sosial di Kota Pekanbaru akan semakin harmonis. Kepedulian terhadap jemaah haji juga sebagai komitmen yang akan terus dilanjutkan. 

Agung juga memastikan dukungan terhadap pelaksanaan ibadah haji tetap menjadi salah satu perhatian Pemko Pekanbaru. Jika sebelumnya biaya domestik hanya mendapatkan bantuan sebagian, seluruh biaya domestik pulang-pergi Pekanbaru-Batam ditanggung penuh mulai tahun ini.

“Tahun depan, sudah tidak perlu diragukan lagi. Karena anggaran untuk haji kita nomor satukan,” tegasnya.

Kebijakan ini memperlihatkan bahwa pembangunan Pekanbaru tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan keagamaan. Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan, termasuk memberikan kemudahan bagi warga yang mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

Dengan dukungan pemerintah, apresiasi dari Kemenhaj, serta semangat kebersamaan yang dibawa pulang para jemaah, ibadah haji diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan spiritual bagi setiap jemaah. Tetapi, hal ini juga membawa dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat Kota Pekanbaru. (Advertorial)