Sekdaprov Riau Targetkan Penghematan Listrik 20 Persen Selama WFA

26 Maret 2026
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi

Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi

RIAU1.COM - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau pada Kamis (26/3/2026). 

Sidak ini bertujuan untuk memastikan efektivitas pelayanan publik serta memantau implementasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang harus dibarengi dengan efisiensi energi di kantor-kantor pemerintahan.

Dalam peninjauan tersebut, Syahrial Abdi menegaskan bahwa ASN telah mulai masuk kerja sejak Rabu (25/3) sesuai instruksi pemerintah pusat. Beberapa instansi yang menjadi sasaran sidak di antaranya adalah Dinas Kesehatan, RSUD Arifin Achmad, RS Petala Bumi, UPT Samsat Bapenda, DPMPTSP, hingga Dinas Perkebunan.

Fokus utama sidak kali ini adalah memastikan bahwa pengurangan kehadiran fisik pegawai di kantor berdampak nyata pada penurunan konsumsi sumber daya.

“Kami melakukan sidak untuk memastikan seluruh layanan publik tetap aktif meski sebagian ASN bekerja secara fleksibel. Namun, esensi WFA yang diinginkan pemerintah saat ini adalah efisiensi penggunaan listrik, air, dan pendingin ruangan (AC). Kebijakan bekerja dari mana saja ini harus berbanding lurus dengan penghematan anggaran operasional kantor,” ujar Syahrial Abdi di sela-sela kegiatannya.

Mantan Pj Bupati Kampar ini menjelaskan bahwa Pemprov Riau menargetkan penghematan konsumsi listrik hingga mencapai angka 20 persen selama periode WFA berlangsung. Langkah ini merujuk pada regulasi penghematan energi yang telah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 53 Tahun 2016. Syahrial berharap target efisiensi ini dapat terlihat secara signifikan melalui tagihan listrik bulanan masing-masing OPD.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah OPD mulai menerapkan langkah konkret seperti pengaturan waktu operasional AC dan pemanfaatan cahaya matahari sebagai penerangan alami. Di kantor DPMPTSP yang menempati gedung sembilan lantai, Sekdaprov memberikan instruksi khusus terkait penggunaan AC sentral dan pemadaman lampu yang tidak mendesak. Pegawai diminta memastikan hanya perangkat yang diperlukan saja yang tetap menyala guna menekan konsumsi daya.

Meski demikian, Syahrial memberikan catatan khusus bagi instansi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit daerah. Menurut data statistik, penggunaan energi di rumah sakit dinilai wajar jika tetap tinggi karena harus melayani pasien selama 24 jam dengan peralatan medis yang membutuhkan daya listrik stabil. Kebijakan efisiensi energi dipastikan tidak akan mengganggu kualitas pelayanan medis bagi masyarakat.

Selain mengecek fasilitas energi, Sekdaprov juga menyempatkan diri berdialog dengan warga di UPT Samsat Bapenda Pekanbaru. Meski masih dalam suasana lebaran, antusiasme masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor terpantau sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme kerja silang (shift) antara pegawai yang di kantor dan yang menjalankan WFA terbukti efektif menjaga kelancaran layanan administrasi.

Syahrial mengingatkan bahwa masa WFA ini akan berlangsung hingga Jumat besok. Ia juga memberi sinyal mengenai kemungkinan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) secara permanen untuk satu hari dalam seminggu, namun tetap menunggu arahan teknis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada hari Senin mendatang.*