Empat Pria Ngaku Wartawan Bawa Airsoft Gun Diamankan Polisi Sijunjung

28 Agustus 2026
Wartawan Diamankan Polisi di Sijunjung

Wartawan Diamankan Polisi di Sijunjung

RIAU1.COM - Diduga memeras SPBU 13.275.513 Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, empat pria ditangkap tim opsnal Reskrim Polres Sijunjung, Kamis (27/8)/2026) sekitar pukul 00.05 WIB.

Keempat pria asal Pekanbaru itu mengaku sebagai wartawan saat menjalankan aksinya di lokasi kejadian. Empat orang tersangka itu yakni, MR, MYH, D, dan SR.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat pelaku diduga melakukan peliputan dan pengambilan video di area SPBU, setelah itu mereka meminta uang dan BBM kepada pihak SPBU.

Dalam aksinya, para tersangka mengancam pihak SPBU terkait adanya dugaan praktik pelangsiran di lokasi kejadian. Namun, pihak SPBU menjelaskan kepada tersangka tidak ada tuduhan tersebut.

Meski begitu para tersangka mengancam pihak SPBU akan menyebarluaskan gambar dan video yang telah mereka ambil di lokasi kejadian. Namun, pihak SPBU tidak menuruti permintaan para pelaku, akibatnya sopir truk yang ikut antrean panjang di SPBU mengejar para pelaku.

Situasi kemudian memanas, massa mengepung kendaraan para pelaku dan merusak mobilnya. Mengetahui adanya keributan tersebut, salah seorang warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kamang Baru.

Tidak lama berselang petugas Polsek Kamang Baru datang ke lokasi kejadian dan mengevakuasi para pelaku yang dikepung massa. Saat diamankan, polisi menyita barang bukti berupa senjata air gun berwarna perak dengan gagang hitam, enam butir amunisi, serta tongkat bisbol besi.

Tidak hanya itu saja, polisi juga menyita handphone dan Daihatsu Sigra BM 1430 RF. Saat ini para tersangka telah diamankan di Mapolres Sijunjung.

Kapolres Sijunjung AKBP Wiliam Harbensyah melalui Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Wildan Al Kautsar Ananputra, mengatakan, keempat tersangka mengaku wartawan dari Pekanbaru. Mereka membuktikan dengan memberikan kartu identitas wartawan kepada petugas.

"Kami masih dalami peran masing masing dari tersangka, apakah mereka wartawan hingga saat ini masih dalam penyelidikan," kata Wildan yang dimuat Hariansinggalang.*