BGN Ungkap Dampak Ekonomi MBG, Serap Tenaga Kerja hingga Picu Efek Berganda

29 Maret 2026
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Istimewa.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat. Tetapi, program MBG juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya di Pekanbaru, beberapa waktu lalu, mengatakan, pembangunan maupun renovasi satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan sekitar 10 hingga 20 tenaga kerja. Dengan jumlah 633 SPPG yang telah berdiri, program ini secara tidak langsung telah melibatkan ribuan pekerja, khususnya di sektor konstruksi.

“Setiap pembangunan SPPG menyerap tenaga kerja. Para pekerja mendapatkan penghasilan yang kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Dampak ekonomi program ini tidak berhenti pada tahap pembangunan. Setelah SPPG beroperasi, kebutuhan bahan pangan turut meningkat. Sehingga, kebutuhan SPPG mendorong pertumbuhan usaha para pemasok (supplier).

Pelaku usaha yang sebelumnya hanya mempekerjakan beberapa karyawan, kini harus menambah tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan pasokan program MBG. Kondisi ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) dalam perekonomian.

“Permintaan yang meningkat membuat supplier menambah jumlah pekerja. Ini menunjukkan bahwa program MBG turut mendorong penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor,” ucap Sony.