Perumdam Tirta Siak Pekanbaru Ingatkan Bahaya Cemaran Septic Tank terhadap Air Tanah

14 Mei 2026
Plt Direktur Perumdam Tirta Siak Suryana Hakim. Foto: Surya/Riau1.

Plt Direktur Perumdam Tirta Siak Suryana Hakim. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Masyarakat diingatkan agar lebih memperhatikan kondisi septic tank di lingkungan masing-masing. Pasalnya, septic tank yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari sumber air tanah dan memunculkan kandungan bakteri berbahaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Siak Pekanbaru Suryana Hakim, Kamis (14/5/2026), mengatakan, salah satu penyebab munculnya bakteri Escherichia coli pada air tanah diduga berasal dari rembesan septic tank yang tidak kedap atau tidak pernah disedot dalam jangka waktu lama. Standarnya, septic tank harus disedot setiap tiga tahun sekali.

“Kalau septic tank tidak pernah disedot, limbahnya ke mana? Jangan-jangan masuk ke sumur atau sumber air yang digunakan masyarakat. Karena itu septic tank wajib dibuat kedap,” ucap Suryana.

Ia kembali menyinggung hasil pengujuan air tanah yang pernah dilakukan hingga kedalaman 200 meter dan masih ditemukan kandungan bakteri E. coli. Temuan tersebut dinilai menunjukkan bahwa persoalan pencemaran air tanah tidak bisa dianggap sepele di Pekanbaru.

“Saya pernah mengambil air dari kedalaman sekitar 200 meter. Ternyata masih ditemukan bakteri E. coli dan itu tidak memenuhi standar kesehatan,” jelas Suryana.

Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Tahun 2023 yang menyebut bakteri E. coli sebagai salah satu kontaminan berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampak pencemaran tersebut tidak selalu muncul secara langsung. Tetapi, dampak pencemaran itu dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kalau muntaber atau diare dampaknya bisa langsung terlihat. Tetapi, ada juga penyakit akibat cemaran air yang muncul dalam jangka panjang dan tidak instan,” ungkap Suryana.