Fenomena di Rohil: Masyarakat Berani dan Vokal Tolak Peredaran Narkoba

13 Mei 2026
Pertemuan Pemkab Rohil dengan Polres bahas pemberantasan narkoba

Pertemuan Pemkab Rohil dengan Polres bahas pemberantasan narkoba

RIAU1.COM - Polres Rokan Hilir (Rohil) memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil guna merespons meningkatnya kepedulian masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba. 

Wakapolres Rohil, Kompol Rikky Operiyadi, menyoroti fenomena masyarakat yang kini semakin berani dan vokal menolak peredaran narkoba. Ia menegaskan bahwa Polres Rohil menyambut positif hal tersebut namun tetap meminta masyarakat mempercayakan penegakan hukum kepada pihak kepolisian. 

"Fenomena aksi masyarakat ini adalah bentuk kepedulian yang positif. Namun, kami pastikan Polres Rohil tetap menjadi garda terdepan yang bekerja sesuai regulasi dan koridor hukum. Dalam tiga bulan ke depan, kami akan mengintensifkan kegiatan untuk menekan angka peredaran narkoba secara signifikan," tegas Kompol Rikky. 

Sebagai langkah preventif, Polres dan Pemkab sepakat untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Langkah ini bertujuan memperketat pengawasan aktivitas mencurigakan hingga ke tingkat RT/RW. 

Sementara itu, Bupati Rohil, H. Bistamam, memberikan dukungan penuh terhadap langkah taktis kepolisian. Ia menyatakan bahwa keamanan wilayah harus sejalan dengan kesejahteraan warga. 

"Pemkab Rohil siap bersinergi. Selain mendukung Kamtibmas, kami juga akan segera melaksanakan rangkaian bakti sosial untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi," ujar Bupati. 

Selain isu narkoba, pertemuan tersebut merumuskan aksi nyata di bidang kesehatan dan sosial yang akan segera dieksekusi, di antaranya, Darurat Narkoba: Sosialisasi masif ke sekolah dan desa. Kesehatan Gratis: Cek kesehatan, pengobatan gratis, dan pemberian makanan tambahan balita. Pencegahan DBD: Pembagian kelambu dan edukasi pencegahan nyamuk. Bantuan Sosial: Penyaluran sembako bagi warga kurang mampu. Infrastruktur: Perbaikan jalan darurat untuk aksesibilitas warga. Religi: Gelaran Tablig Akbar untuk memperkuat mentalitas masyarakat.*